Deteksi Cacat Bawaan Sejak Awal dengan Teknologi ini

0 52

Teknois – Memiliki keturunan yang sehat dan sempurna tentu menjadi impian setiap orang tua. Sayangnya berbagai kesalahan pembentukan organ bisa terjadi saat janin masih dalam kandungan.

Kadang orang tua tidak siap saat mengetahui bayinya lahir dalam keadaan cacat. Untuk itu diperlukan teknologi yang mampu mengetahui kondisi janin sejak dalam kandungan. Teknologi ini dapat ditemukan di fasilitas kesehatan.

Dengan mengetahui lebih awal, maka berbagai tindakan pencegahan dapat dilakukan. Sehingga orang tua dapat mempersiapkan diri akan risiko terburuk yang mungkin terjadi nanti saat bayi lahir.

Para ahli berusaha mengetahui semua hal tentang pertumbuhan janin. Bahkan cacat bawaan ketika hamil kini dapat diketahui menggunakan teknologi yang ada. Hal ini menjadi sebuah terobosan baru dalam bidang kesehatan.

Berikut cara Deteksi Cacat Bawaan dengan teknologi terkini :

USG 4 Dimensi

USG 4 Dimensi

Penggunaan USG untuk membantu perkembangan janin sudah sejak lama dilakukan. Menggunakan USG semua yang terjadi dalam kandungan dapat diketahui. Ini akan memudahkan dokter untuk membuat rencana bersama orang tua.

Sayangnya masih ada keterbatasan diagnosa menggunakan USG model lama. Oleh sebab itu kini dikembangan alat USG yang mampu menggambarkan keadaan dalam kandungan dengan lebih jelas.

Alat bantu diagnosa ini dikenal dengan USG 4 Dimensi. Mekanisme kerja alat ini merubah gelombang suara yang dihasilkan oleh tranducer menjadi energi listrik. Lalu merubahnya menjadi gambar.

pantulan ini akan ditangkap kembali oleh transducer yang akan dirumah menjadi energi listrik oleh alat di dalam USG. Energy ini akan diterjemahkan kembali dalm bentuk gambar yang bisa kita lihat secara langsung.

Baca Juga  Cara Cepat dan Ampuh Rename Banyak File di Windows

Dengan USG 4 Diemensi maka bagian tubuh akan tampak lebih jelas. Sehingga kelainan pada tahap awal bisa terlihat. Jika memungkinkan memberikan tambahan asupan nutrisi tertentu untuk mencegah cacat yang lebih parah.

Tes DNA

Deteksi Cacat Bawaan yang kedua adalah menggunkan tes DNA. Penggunaan tes DNA tentu sudah tidak asing lagi. Pengunaannya banyak ditemukan pada berbagai bidang ilmu. Tentu saja dengan tujuan yang berbeda-beda.

Untuk mengetahui cacat bawaan pada janin dapat dilakukan dengan tes DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid. Ada 3 sample DNA yang digunakan pada pemeriksaan ini, yaitu :

1. Amnion Sintesis

teknologi Amnion Sintesis

Pemeriksaan ini dilakukan saat usia kehanilan 16 hingga 20 minggu. Pemeriksaan menggunakan cairan ketuban. Indicator yang diperiksa pada pemeriksaan ini adalah alpha-fetoprotein (AFP). Kebenaran hasil tes ini sekitar 99 %.

Dengan alat ini dapat diketahui kelainan bawaan yang mungkin di alami bayi, seperti sindrom Down, sindron tuner serta cacat tabung saraf bayi. Tetapi tes ini memiliki risiko terjadinya keguguran, sehingga hanya dilakukan jika sangat penting.

2. Chorionic Villus Sampling

Ini adalah bagian dari plasenta bayi yang digunakan untuk mendiagnosa. Menggunakan tes ini tidak hanya dapat ditentukan cacat genetic tetapi juga kemungkinan penyakit bawaan yang akan dialami bayi.

Tes ini dilakuan pada usia kehamilan 10 sampai 12 minggu. Menggunakan tes ini hasil yang didapatkan akan lebih cepat sehingga penangannan yang perlu dilakukan dapat dilakukan sejak awal.

3. Fetal Blood Sampling

Sample yang diambil dari tes ini berasal dari darah bayi langsung. Tentu saja ini memerlukan keahlian khusus, agar tidak mencederai bayi. Darah yang diambil berasal dari tali pusat. Menggunakan tes ini dapat diketahu infeksi atau anemia pada janin.

Baca Juga  5 Teknologi Pengobatan Kanker Terbaik di Indonesia

Teknologi akan bermanfaat jika digunakan secara tepat. Dengan mengetahui kondisi janin sejak awal menggunakan Deteksi Cacat Bawaan. Maka semua hal yang terbaik bagi janin dapat diusahakan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.